Sahabat Data — Menjelang penilaian mandiri Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026, BPS Kabupaten Supiori bergerak cepat memperkuat sinergi lintas sektoral. Langkah ini ditandai dengan pertemuan koordinasi intensif yang melibatkan Dinas Kominfo selaku Wali Data, Bappeda sebagai Koordinator Satu Data Indonesia (SDI), serta Dinas Kesehatan dan Dinas PPA sebagai Produsen Data yang menjadi objek penilaian.
Fokus utama pertemuan ini adalah percepatan penyiapan bukti dukung penilaian EPSS yang mencakup Domain 1 hingga Domain 5. Mengingat waktu efektif yang tersisa hanya satu bulan, Tim EPSS BPS Supiori mendorong para produsen data untuk segera merampungkan penginputan dokumen dan bukti dukung ke dalam aplikasi Simbatik.
"EPSS bukan sekadar mengejar angka indeks. Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan kolaborasi data berjalan di semua lini," tegas tim BPS EPSS Supiori dalam pertemuan tersebut. Keberhasilan EPSS diyakini menjadi cermin kuatnya ekosistem statistik di Kabupaten Supiori, yang pada akhirnya menjadi jaminan bagi kesuksesan pembangunan daerah.
Selain sebagai ajang evaluasi, EPSS menjadi instrumen penting bagi setiap instansi untuk meningkatkan standar data dan metadata. Melalui proses ini, statistik yang dihasilkan diharapkan semakin akurat dan berkualitas, sehingga mampu menjadi landasan kokoh bagi pengambilan kebijakan pemerintah.
Kegiatan ini juga menjadi momentum krusial dalam memperkuat implementasi Satu Data Indonesia (SDI) melalui sinergi antara Wali Data, Produsen Data, dan BPS sebagai Pembina Data. Menariknya, hasil penilaian EPSS ini nantinya akan diintegrasikan dengan kelengkapan informasi pada PPID Kabupaten Supiori guna terwujudnya transparansi publik yang lebih baik.
Dengan peran strategisnya sebagai Pembina Statistik Sektoral, BPS Kabupaten Supiori terus berkomitmen mendampingi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna meningkatkan tingkat kematangan (maturity) EPSS pada tahun 2026.
#BPS.penyedia.data.statistik.berkualitas
#Kovawes.kuker.araima
#Sahabat.data
#I.Love.Supiori